MataHatiKu (4

•September 26, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

070923_14430721.jpg070923_144332.jpg

MataHatiKu (3

•September 26, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

070922_132328.jpg070922_132443.jpg

MataHatiKu (2

•September 26, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

070922_131950.jpg

So what ?

•September 26, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

So  what ?

Ketika bulan kesedihan keluarga Nabi tiba
Bulan Muharom jelang karbala
Alam menyambut iba
Kesedihan menyelimuti dada
Orang-orang yang bertakwa

Menangis, meratap pilu
Memupuk duka, menuai lara
Kembali mengulang sendu
Melepas sesal dan rindu
Pada Husain di karbala

Hari-hari terasa pahit
Terbayang derita keluarga mustofa
Dipadang gersang Nainawa
Ketika Zainab menjerit
Melepas Husain, tinggalkan kerabat
Sambut indahnya maut
Sebagai tunggangan tercepat
Bertemu Tuhan, samudra Rahmat

Tapi apa yang kau dapat
Setelah Karbala berlalu
Hanya tangis dan ratap semu?
Lantas, apa yang dapat kau perbuat
Setelah hati bersatu,
Menangis meratap pilu
Adakah hikmah didapat ?

Dapatkah kau meneruskan misi Husain
Menegakkan keadilan
Walau nyawa jadi taruhan?
Sanggupkah kau membawa panji Husain
Menyebar kedamaian dan kebenaran
Walau syahadah sebagai imbalan?

Jangan bilang bisa dan sanggup
Kalau dalam dirimu
Masih ada tempat Setan tuk bersemayam.
Jangan bilang bisa dan sanggup
Kalau dalam dirimu
Belum ada singgasan Tuhan.

Jadilah manusia Tuhan
Kau kan jadi penerus Husain

(By: Simpe Ali, 120203)

SANG UTUSAN TUHAN

•September 26, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

SANG UTUSAN TUHAN

Dahulu kala tempat itu adalah padang pasir yang gersang. Tidak ada tanda-tanda kehidupan, Sang onta pun tak kuat menanggung beban hidup sendirian, karena hidup di tanah yang mati pasti tak tentu arah,  bukankah hidup sendirian adalah sebuah bentuk kematian ?
Tak ada karpet hijau dedaunan yang membentang, yang akan melukiskan keagungan tuhan dan gambaran ketenangan. Tak ada pohon rindang penyejuk  sang musafir yang kepanasan. Tak ada mata air sumber pelepas dahaga penunggang dan binatang tunggangan kehausan yang tak sengaja melintasinya. Tak ada pertolongan alam sedikit pun bagi mereka yang tersesat. Yang ada hanya hamparan padang pasir nan luas seluas mata memandang.
Tak lama berselang Sang utusan Tuhan datang, hamba soleh pilihan-Nya yang sengaja di utus untuk menyejukan padang pasir yang gersang. Menumbuhkan semangat hidup sang onta, menyemarakan arti kehidupan dan mengusir bayang maut yang senantiasa menuntut .
Menggelar karpet hijau kehidupan agar setiap orang yang memandang bisa teringat  akan tuhan dan memuji kebesaran-Nya. Menanam pohon kesejukan agar  setiap orang bisa berteduh dengan damai dalam pelukan bayangannya. Menyediakan air penyejuk dan sumber pelepas dahaga  bagi sang musafir yang tercekik oleh panasnya kehidupan dan jauhnya perjalanan. Dan menunjukan jalan keselamatan tercepat bagi orang-orang yang tersesat.
Ternyata hanya orang soleh dan pilihan Tuhanlah yang bisa membawa berkah bagi alam di sekitarnya. Yang bisa menumbuhkan hidup agar lebih hidup. Utusan tuhanlah yang tahu jalan kehidupan dan jalan untuk mendekati sang pemegang urat nadi kehidupan.

Waktu berlalu, tahun berjalan, hari berganti. Kehidupan pun semakin asyik dinikmati. Ingatan manusia pun semakin tertutupi selimut tebal kelupaan terhadap bayangan hidup setelah  kematian.
Lama-kelaman manusia semakin betah tinggal dibumi dan melupakan tempat kembali. Seakan-akan hidup untuk selamanya, tak berujung dan tak jelas depan belakangnya. Manusia terlalu menikmati hidangan hina, tanpa memperdulikan lagi darimana dan cara mendapatkannya. Manusia tak menyadari karena lalai, tak berfikir karena terlalu bodoh, tak menyempatkan diri karena terlalu sibuk dengan urusan dunia tak berarti. Tak pernah meluangkan waktu sedetik pun tuk sedikit menerawang dan menyadari keadaan dirinya dan alamnya. Awan tebal turun kebumi tuk menghalangi pandangannya yang buta, sehingga semakin gelap gulitalah pandangan siang  dan malam pun semakin pekat, sepekat  kedalaman laut hitam Tak ada lentera hati apalagi mentari pagi sebagai harapan terakhir. Lentera hati mati tertiup angin dosa dan kemaksiatan.  Mentari pagi hilang tak muncul lagi ditelan bumi di ujung barat. Tak ada harapan  tak ada penyelamat.
Hamparan bukit hujau kehidupan kembali gersang dalam rasa. Kesejukan rindang pohon-pohon kedamaian kembali mati dan mengering dalam makna. Walau dimata tampak ranum dan hijau lebat.  Oh… Sebuah prahara tak teduga, sebuah nestapa kejam melanda manusia. Sebuah realita neraka yang menyakitkan siapa saja, tak ada harapan tak ada penyelamat.
Penghuni  bumi di abad setelahnya, yang hidup di hamparan hijau dan lembah kesejukan malah terasing dan tak kenal penciptanya, Bukannya kesalehan yang ditampakan tapi kebejatan. Alam bukannya menjadi sejuk tapi berbalik menjadi gersang. Alam bukan menjadi pembawa bahagia tapi pembawa bencana petaka. Penghuni bumi diabad setelahnya merindukan kembali Sang utusan Tuhan dan orang-orang soleh pilihan Tuhan agar  bukan alam yang tampak dimata saja yang menyejukan pandangan dan penglihatan tapi juga alam yang lebih luas  yang merupakan sumber ketenangan utama manusia. Karena bukankah ketika alam luas menjadi cerah maka alam yang lebih kecil akan menjadi lebih mudah ? Bukankah ketika sang mentari pagi menampakan kebesarannya  maka cahaya lilin-lilin  kecil pun meredup dan merunduk mengakui kekerdilannya ?.  Bukankah Kecerdikan sang kancil menjadi hilang tersembunyi dibalik gelombang ketika mulut raja hutan menampakan taring tajam tepat di didepan moncong hidungnya ?

Setelah beratus abad berselang Tuhan yang Maha Rahman mengutus kekasihnya untuk kembali mengingatkan manusia, agar kembali kejalan yang sudah digariskan, jalan yang akan mengantarkan mereka kejalan  keselamatan abadi, jalan kebahagian yang suci yang takan pernah diselimuti apalagi diselubungi kesedihan, jalannya para kekaksih Allah yang maha kasih.
Utusan Tuhan manusia paripurna, penyelamat bumi dari kebinasaan telah lahir kembali. Kelahiran yang membawa berkah sekaligus kabar gembra. Berkah bagi hamba-hamba Allah agar mereka lebih bersyukur atas nikmat yang tak terukur. Kabar gembira bagi hamba-Nya yang begelimang kemaksiatan, agar mengingat tempat kembali pulang, menghapus dosa-dosa yang sudah terlanjur dilakukan.  sebuah kabar gembira bahagia bagi pendosa yang sudah keterlaluan, daripada hidup lebih lama tak karuan,lebih baik mengingat kematian.
Sebuah kelahiran  yang megguncangkan dunia. Karena tepat hari kelahirannya istana raja yang sombong tumbang, tuhan palsu sesembahan orang-orang bodoh roboh. kemunafikan terselubung tekembang menjadi sirna dihadapan cahaya kebenaran. Sungguh kelahiran cahaya diatas cahaya, cahaya yang terbit mengiringi matahari, agar  tampak lebih bercahaya, bersinar terang menerangi langit dan bumi.
Sang utusan Tuhan, manusia sempurna itu  masa kecilnya hidup penuh kebahagian, karena wajahya senantiasa menebar senyum ketenangan dan cinta kasih kepada sesama. Kebahagiaannya tak berlangsung lama. Karena orang-orang yang dicintainya meninggalkannya. Pertama pengayom utamanya harus meninggalkan diriya sendirian padahal dialah sumber kasih dan cintanya. Kedua pohon sandaran kasihnya juga meyusul dan ia pun sendirian dengan kesedihannya.
Tapi itu bukanlah sebuah alasan baginya untuk putus asa, ataupun kehilangan semangat hidup.  Justru berawal dari situlah semangat hidup semakin hidup, kekuatan untuk bertahan mengakar kuat. Kesendiriannyalah  yang menumbuhkan kemandiriannya, kesedihan yang mendidiknya kasih sayang, kesengsaraan yang membuatnya memiliki empati tinggi mampu merasakan penderitaan sesama, ketimpangan yang dia alami mengajarkan  keadilan, dan kedzoliman yang selalu di rasakan adalah modal kesabarannya.
Masa kedewasaan ia lewati dengan perjuangan, memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan yang sirna di telan ganasnya manusia padang pasir gersang, terbawa badai debu panas kehidupan. Ia berjuang sendirian  karena kesendirian baginya bukanlah berarti kamatian justru ia belajar kehidupan dari kesendiriian.
Kesendirian pula yang menyebabkan ia tahu segala hal tentang kehidupan. Kesendirian pula   yang menyebabkan ia bisa mendengarkan suara hatinya yang bersih. Kesendirian pula yang menyebabkan ia mendapatkan hiburan Tuhan, Malaikat khusus penyebar  wahyu selalu menemani dan menyanyikan lagu-lagu kedamaian, lagu Tuhan penyejuk  iman, penghilang dahaga  jiwa, pelepas laparnya raga.

By: Simpe Ali
Jepara 170103

LARA PERPISAHAN

•September 26, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

LARA PERPISAHAN
(Untuk Sayyidah Zainab)

Saat senja menjelang disebuah padang pasir gersang, sang mentari nampak  enggan untuk pergi. Ia malas menggerakkan kaki, serasa ada beban berat  menghimpit yang membanduli kaki rapuhnya. Ia nampak sedih, jelas terlihat dari rona cahayanya yang kian redup, seredup mata dikala  lelap. Cahaya kesedihan  menghiasi wajahnya yang keriput, kesedihan yang tak bisa ia ceritakan, hanya ia simpan sebagai dendam terpendam. Ia murung bak manusia yang patah semangat, tak ada lagi harapan hidup apalagi asa menancap kuat.
Akhirnya ia pergi juga walau malas berangkat , karena harus berpisah dengan sang hari yang selalu ia kasihi, ia pergi dan hanya menyisakan sedikit cahaya kesedihan tuk sahabat setianya, sang malam yang selalu menanti. Cahaya dari sebuah kesedihan,  kesedihan tak terperikan, luka sepanjang zaman.
Sementara itu selimut hitam malam pun mulai digelar,  ia tebarkan ke seluruh ujung pandangan, tapi hitamnya tampak memudar. Tak seperti biasanya, ia pun agak ragu tuk menyelesaikan tugas hariannya, setelah mendengar dan melihat cahaya kesedihan sang mentari yang ia dapatkan sebelum sang mentari pergi menjauh.  Ia dapatkan pesan supaya  ia menceritakan kesediahn yang ia dapatkan, yang mungkin esok, lusa atau tahun depan bisa ia ceritakan pada generasi mendatang. Generasi yang berwawasan, bisa diharapkan dan bukannya generasi pembangkang, pemuja Setan.
Beberapa saat Sebelumnya, sebelum mentari murung dan malam menjadi kelam, padang pasir gersang  itu dipenuhi lautan manusia  marah, dan sekarang menjadi lautan darah  merah.
Lautan darah kesucian, suci karena tertumpah dari  mereka yang merindukan kesyahidan. Kesyahidan bagi  mereka  adalah satu hal yang sangat berharga., karena kesyahidanlah yang akan mengantarkan mereka pada surga yang selalu didamba. Kesyahidan adalah jalan terbaik dan tercepat tuk bertemu Sang Kekasih pujaan, Tuhan semesta alam Pemegang urat nadi kehidupan..
Syahadah adalah bunga mewangi nan indah, yang akan menebarkan aromanya keseluruh polosok alam. Bunga  merah merona yang akan membuat setiap orang tertarik, ingin memiliki, mememtik dan menciumnya.
Darah tertumpah dari manusia yang berperang memperebutkan mahkota  idaman. Yang satu menginginkan mahkota  idaman sebagai anugrah dari Setan  laknat,  yang satu lagi berhasrat  memakai  mahkota dambaan pemberian Tuhan Sang Penebar Rahmat. Satunya  tentara pembela tiran satunya  tentara pembela  kebenaran. Perang antara pendukung takwa dan pengusung dosa. Perang tak seimbang  dalam panggung sejarah, yang tak pernah terjadi sebelum dan sesudah.
Saat perang berakhir, kemenangan dipetik pihak pengusung dosa. Akhirnya tak ada sisa bagi pendukung taqwa. Pada waktu  itu tubuh suci putra Ali terkulai lemas kehabisan darah  dan sangat  mengenaskan, disambut tangan lemah putri agung pengganti Zahro. Tubuh itu dipeluk erat dan tak mau ia lepaskan, ruhnya telah terbang gapai nirwana Tuhan, yang sengaja dipersiapkan bagi pendukung kebenaran.  inilah lara perpisahan menyakitkan, yang tak bisa digambarkan. Karena hanya dialah pembela dan pelindungnya, yang kini telah tiada. Sekarang tinggal ia jemput derita, bersama anak-anak  yatim tak berdosa, bersama dia sang penerus wilayah yang terbaring luka. Terbayang penderitan demi penderitaan yang akan ia alami, dan  nampak jelas dipelupuk matanya yang kering kehabisan air  mata, yang ia kuras habis  saat perpisahan  menyakitkan menjelang.
Yang semakin membuat sang mentari bersedih perih, sang malam merintih pedih, adalah ketika bidadari-bidadari  Nainawa harus meneruskan misi Sayyidu Syuhada. Walau siksaan mendera, hinaan menimpa, mereka  tetap tegar, sertegar sang karang kala ditampar ombak lautan. Lara perpisahan  menyakitkan akhirnya  harus terjadi juga, karena demi tujan mulia, ridho Tuhan yang didamba.
Karena tuk jemput sang fajar yang akan melahirkan embun bening abadi,   gelap gulita malam harus bisa dilewati. Baru bisa jemput sang hari yang besinar terang, membawa semangat  kehidupan, menebarkan kedamaian.
(By:Simpe Ali  030303)

LAHIR ALMUSTHAFA PERADABAN BARU TERCIPTA

•September 26, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

LAHIR ALMUSTHAFA PERADABAN BARU TERCIPTA

Muhammad Manusia Agung Pilihan
“Orang-orang yang tidak mengenal Muhammad, sesungguhnya mereka tidak mengenal sejarah”. Begitulah kata Abdul Wahid Khan1.  Rosululoh Muhammad adalah sosok yang telah mengukir sejarah, menorehkan peradaban baru dibumi ini. Maka kalau kita tidak mengenalnya dengan baik, sebenarnya kita telah melupakan sejarah. Sejarah  besar dalam kehidupan ini. Karena beliau adalah sosok yang telah mengguncangkan dan mencengangkan dunia dari lembah gurun pasir panas yang jauh dari kemajuan. Dialah yang telah merombak tatanan dunia yang mulai rapuh, menyelamatkan penduduk bumi dari kehancuan.
Keadaan masyarakat Arab saat Rosululloh dilahirkan sangat memprihatinkan. Ira M. Lapidus, Prof Sejarah California menggambar: ”Arabia dalam keadaan terbagi: sebuah masyarakat yang ditengah eksperimen pembentukan politik terancam oleh anarki; klan yang kuat dan kekuasaan kesukuan mengancam stabilitas pertanian, aktivitas komersial dan ikatan politik. Ia merupakan masyarakat yang telah terjamah oleh sejumlah pengaruh kerajaan namun tidak disertai pemerintahan pusat; ditandai dengan agama monotheistic yang tidak disertai dengan pembentukan gereja, rentan terhadap pengaruh ide-ide Timur Tengah namun tidak menyerap ide-ide tersebut. Arabia sedang menemukan posisinya dalam dunia Timur  Tengah. Segala sesuatunya dalam keadaan yang ruwet. Tidak ada sesuatu yang bersifat pasti, di tempat inilah Muhammad lahir, tumbuh berkembang, menyampaikan al Qur`an, dan ditempat ini pula ia menjadi Nabi Islam2.
Lebih jelasnya, coba kita simak kesaksian pelaku sejarah, yang mengungkapkan kesaksiannya akan keadaan masyarakat Jahiliyah pada waktu itu, yang diugkapkannya pada raja Habsyah (Ethiopia) saat bermigrasi untuk menghindari intimidasi para penguasa Arab, dialah Ja`far Bin Abi Tholib. Beliau mengatakan: ”Wahai raja, sebelumnya kami adalah masyarakat Jahiliyah yang meyembah patung, memakan bangkai, suka melakukan kejahatan dan makar, memutuskan silaturahmi, suka melupakan tetangga, yang kuat menindas yang lemah.
Sampai datanglah seorang utusan Alloh dari golongan kami sendiri, yang kami ketahui keturunannya, kejujurannya, amanatnya dan kesuciannya. Dia mengajak kami kepada Alloh, untuk mengesakan dan menyembah-Nya. Melepaskan semua sesembahan   nenek moyang kami   terdahulu, yaitu menyembah batu, dan patung……. “3
Dalam buku-buku sejarah disebutkan bahwa semua belahan dunia saat itu, diambang kehancuran. Masyarakat Arab terkenal dengan Jahiliyah dan sebagai kaum Pagan (penyembah patung). Orang-orang Romawi, para pengikut Nabi Isa as telah berani merubah ajaran al Masih, mengacak-acak Injil dan disesuaikan dengan kebutuhan materi mereka. Dan yang paling parah adalah menganggap Kalimulloh, Nabi Isa sebagai anak Alloh. Yahudi telah berani merubah isi kitab Taurat, demikianlah yang direkam dalam al Quran. Negeri kerajaan Persia beragama Majusi (Zoroaster) penyembah api. Jadi semua belahan dunia benar-benar diambang petaka yang sangat dahsyat, petaka yang siap menghancurkan dunia dan penghuninya. Dengan kelahiran Muhammad Saw inilah masyarakat menjadi tercerahkan, langit Mekah mendadak cerah menyambut kelahirannnya, tiang-tiang penyangga istana kerajaan Persia tumbang, api abadi yang selalu menyala dan tidak pernah padam semsembahan umat Zoroster pun padam. Dunia tercerahkan dengan kelahirannya, kelahiran yang disambut gembira oleh penduduk langit dan bumi. Kelahiran yang membawa angin segar perdamaian dan pencerahan.
Dengan kelahiran Rosululloh Muhammad, tanah gersang nan panas Arabia menjadi sejuk. Pemandangan indah, hamparan rumput hijau membentang dan kekayaan melimpah negri-negri di luar Arab seakan menjadi kalah dengan adanya manusia agung ini. Sejarawan Kristen George Jordac menggambarkan fenomena ini: ”Padang pasir Arab merupakan tanah yang ajaib, disana dilahirkan sesuatu yang mengalahkan karunia-karunia di tempat lain. Mahkluk yang murah hati ini adalah pribadi agung yang menaburkah berkah pada umat manusia, yang melenyapkan kesesatan, karenanyalah nilai kehidupan menjadi jelas dan mulia, kebebasan menjadi perkara yang besar, serta realitas menjadi terangkat, dialah Muhammad Saw”4
Rosululloh adalah pribadi agung, pemuda yang terkenal dengan kesalehan dan kejujurannya. Beliau merupakan putra Arab yang disayangi oleh setiap suku. Sejak kecil beliau terkenal dengan julukan al Amiin, julukan yang tak pernah disandang oleh selainnya, julukan yang hanya dimiliki oleh pribadi yang memiliki jiwa kerosulan, ruh kenabian. Tapi setelah beliau mengumandangkan misi nubuwah maka julukan agung dan penghormatan mereka pun menjadi sirna, karena jelas mengancam kepentingan mereka.
Dari silsilah keluarga beliau merupakan keturunan orang-orang berpengaruh dan mulya. Beliau keturunan langsung nabi pendiri Ka`bah,  Kholilulloh Ibrohim as, bapak pendiri tauhid sejati. Kakeknya terkenal sebagai penjaga Ka`bah dan hanya kelurga beliaulah yang tak pernah terpengaruh kaum pagan untuk menyembah Latta, `Ujja dan Manat, keluarga inilah penerus tradisi dan ajaran Ibrohim as. Keluarga Rosululloh pula yang selalu menentang kebijakan para tiran dan penguasa Jahiliyah, yang selalu menindas dan mengintimidasi orang-orang lemah tak berdaya. Penguasa Arabia saat itu adalah orang kaya, kemulyaan bagi mereka terletak diharta, sehingga mereka yang tak memiliki kekayaan berarti budak, yang bisa mereka perlakukan dengan seenaknya. Kakek Rosulullohlah yaitu Abdul Mutholib yang selalu membela dan memperjuangkan hak orang-orang tertindas. Inilah ajaran Ibrohim as yang akan dilanjutkan oleh Rosululloh Saw.
Ungkapan indah tentang Rosululloh ini adalah kalam Alloh Swt sendiri yang direkam dalam Al Quran, dan ini merupakan bukti nyata abadi. Dan tidak pelak lagi bahwa pujian Alloh adalah ungkapan dan pujian yang sesungguhnya karena Dia Maha Tahu hakikat yang sebenarnya. Alloh Swt berfirman:

”Sesungguhnya terdapat dalam diri Rosululloh Saw itu suri tuladan yang baik bagi kamu…”5
“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung”6
Bukan hanya itu saja, Alloh pun bersholawat kepada Rosululloh sebagai bentuk penghormatan, akan keagungan Rosululloh, malaikat pun bersholawat kepadanya sebagai doa. Dan kita pun diajak untuk bersama-sama menyatukan barisan, sejajar dengan malaikat dengan megucapkan sholawat kepada Nabi agung ini, sungguh sebuah kedudukan yang teramat  agung. Alloh Swt berfirman:

“Sesungguhnya Alloh dan malaikat-Nya bersholawat atas Nabi. Hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kepadanya, dan berilah salam dengan seungguh-sungguh”7
Setiap orang yang tahu kedudukan agung beliau memuji dan menyanjungnya, seakan pujian dan sanjungan terhadap beliau tak habis untuk diucapkan. ”Mata bersinar seterang cahaya matahari, kenyataan kata-kata yang keluar dari bibirnya lebih jelas dari sinar matahari, hatinya lebih segar dari bunga kebun Yastrib dan Toif, kebiasaan dan moralnya lebih baik dari cahaya bulan malam Hijaz, pikirannnya lebih kencang dari angin yang kencang, lidahnya yang mempesona, hatinya yang penuh dengan cahaya, putusan yang kokoh bagaikan pedang tajam, dan kata-kata yang menyenangkan keluar dari mulutnya dialah Muhammad bin  Abdulloh Nabiyulloh”8. Inilah pujian jujur orang Kristen  terhadap keagungan  nabi Islam, George Jordac. Bukannya berlebihan, apalagi direkayasa tapi inilah realita sebenarnya.

Dengan kelahiran Muhammad,    Peradaban Baru Tercipta

Kata peradaban berasal dari kata adab. Yang berarti kesopanan, kehalusan, dan kebaikan budi pekerti atau akhlak. Dan arti peradaban sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indoneisa artinya adalah 1.kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir maupun batin, 2. Hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa dan kebudayaan suatu bangsa9.
Definisi dari istilah Jahiliyah itu sendiri dalam kamus-kamus bahasa Arab  artinya disamping masyarakat yang bodoh adalah sebuah masyarakat yang tidak beriman dan meyekutukan Alloh Swt. Masyarakat yang menggunakan konstitusi tiran sebagai pegangan dan mengenyampingkan hukum Alloh swt. Masyarakat yang tahu akan kebenaran  tapi berusaha untuk tidak mengakuinya, karena mengancam materi mereka. Inilah makna Jahiliyah yang sebenarnya.
Dengan kelahiran Rosululloh dan membawa misi Ilahi peradaban baru tercipta, masyarakat yang biadab menjadi bangsa  yang beradab, masyarakat yang mengalami dekadensi moral menjadi masyarakat yang tahu akan keluhuran budi dan moral. Karena Rosululloh diutus untuk mengajarkan dan menyempurnakan akhlak, beliau  mengatakan: “sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”10.
Mengajarkan persamaan antara sesama manusia  dan tidak pandang ras, golongan ataupun bangsa, miskin ataupun kaya, tuan ataupu papa. Beliau menjadikan  budak Afrika hitam menjadi orang mulya dan orang terdekatnya karena alasan taqwa. Pengikut setianya dari warga kelas dua, klan lemah, kalangan migran dan orang-orang  mustad`afin11.  Oleh  karena itulah para nabi  dan  para Imam dalam istilah Ali Syariati adalah disebut dengan julukan para pemimpin mustad`afin.
Karena peranan seorang utusan Tuhan dalam merubah keadaan dan sejarah adalah sangat berperan sekali, sebagaimana yang dikatakan oleh Syahiid Murtadho  Mutohhari, beliau mengatakan: ”Kaum anti agama pun mengakui bahwa para  nabi memiliki peran yang efektif dalam sejarah. Di masa lalu mereka merepresentasikan sumber kekuatan nasional yang fantastis”12. Dan kita pun bisa melihat  bahwa semua nabi adalah mereka orang-orang yang merubah sejarah, menorehkan tinta emas dalam panggung sejarah manusia.
Keberhasilan Nabi dalam merubah peradaban manusia sangat jelas dan banyak sekali di ungkapkan oleh para tokoh-tokoh besar, baik dari kalangan sejarawan maupun bukan. Keberhasilan beliau adalah mendirikan liga bangsa-bangsa lintas ras. Misalnya Prof  Hurgronje mengatakan: ”Liga bangsa-bangsa  yang didirikan oleh Nabi Islam meletakan prinsip kesatuan internasional dan pesaudaraan manusia atas dasar universal untuk memberikan cahaya kepada negara-negara lain”13 .
Begitu juga tokoh pendiri India Mahatma Gandhi mengungkapkan tentang keberhasilan Rosululloh dalam merubah sejarah peradaban manusisa, dengan mengatakatan: ” Islamlah yang telah merubah Spanyol menjadi berbudaya, Islamlah yang telah membawa cahaya ke Maroko dan oleh karena itu orang-orang Eropa di Afrika Selatan ketakutan atas kemunculan Islam, karena orang–orang kulit hitam menuntut persamaan atas orang-orang  kulit putih”14.
Dalam  buku Sejarah Sosial umat Islamnya  Lapidus juga mengatakan :”Nabi Muhammad merupakan seorang tokoh besar dalam perubahan sejarah. Menurut  keterangan al Quran ia menyampaikan sebuah sintesa ide keagamaan Arabia, Yudaisme, dan Kristanitas, bersama ide Islam yang baru dan khas, menjadi sebuah sistem monoteisme yang baru”15.
“Satu aspek sejarah adalah membawa sketsa kehidupan manusia-manusia besar di masa lalu. Manusia-manusia ini sebenarnya menciptakan sejarah ketika mereka membuat revolusi dan pembaharuan dalam pola kehidupan umat manusia. Diantara pribadi-pribadi besar itu, tak satu pun yang menjalani kehidupan yang demikian penting dan bermakna seperti Nabi Muhammad, tak ada diantara pribadi-pribadi besar lainnya yang meninggalkan kesan yang demikian langgeng pada masyarakat dimana ia muncul seperti Nabi Islam ini. Ini kenyataan yang telah diakui oleh hampir semua sejarawan, baik Timur maupun Barat”16. Begitulah perkataan sejarawan besar Iran, Syekh Ja`far Subhani.
Dalam buku yang sama beliau pun menjelaskan lebih jelas tentang peranan Rosululloh ini, dengan mengatakan:”Beliau menegakkan hak-hak manusia ketika hak-hak itu sedang diserobot; beliau melaksanakan keadilan ketika kezaliman merajalela dimana-mana; beliau memperkenalkan kesamaan ketika  diskriminasi yang tak semestinya sedang lumrah; beliau memberikan kebebasan ketika manusia sedang berkeluh kesah dalam penindasan, kekejaman dan ketidak adilan.
Beliau membawa risalah yang mengajarkan manusia untuk taat dan betakwa hanya pada Alloh saja, memohon pertolongan hanya dari Dia saja. Risalahnya yang universal memenuhi semua aspek kehidupan manusia, termasuk hak-hak, keadilan, persamaan dan kebebasan”17.  Beliaulah yang telah berhasil mendirikan masyarakat madani, civil society, menjadikan masyarakat yang benar-benar gemah ripah loh jinawi tentrem kerto raharjo, keadilan merata, kemakmuran memenuhi pelosok negri. Tapi sayang tak berlangsung lama.
“Inilah risalah (ajaran Rosululloh Saw) yang manusia, sekarang lagi, telah  kehilangan bimbingannya. Maka mengapakah kita tidak datang lagi kebawah naungannya agar umat manusia terselamatkan dari kehancuran dan dapat mencapai kedamaian, kemajuan dan kebahagiaan”18. Ya, abad ini adalah abad manusia tak beradab, abad kembali kemasa Jahiliyah. Mulailah dari kita untuk membentuk pribadi-pribadi luhung agar  peradaban yang dulu ada dijaman Rosul kita kembalikan, agar keadilan dan kedamaian dunia kembali tercipta.
By: Simpe Ali
(090403)
Reference:
1. The Personality of Alloh`s Last Messenger (Rosululloh Dimata Sarjana Barat ) Abdul Wahid Khan :…..
2. A History of Islamic Societies (Sejarah Sosial Umat Islam) Ira M. Lapidus, Prof Sejarah California:I:28
3. As Siroh an Nabawiyah.Ibnu Hisyam Juz:1 :361
4. The Voice of Human Justice (Suara Keadilan, Sosok Agung Ali Bin Abi Tholib) George Jordac :5
5.Qs 33:21
6. Qs 68:4
7. Qs 33:56
8. The Voice of Human Justice (Suara Keadilan, Sosok Agung Ali Bin Abi Tholib) George Jordac :6
9. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi kedua :5
10. Kanjul Ummal III:16
11. A History of Islamic Societies (Sejarah Sosial Umat Islam) Ira M. Lapidus, Prof Sejarah California:I:35
12. Man and Universe (Manusia dan Alam Semesta) Syahid Mutohhari :125
13. The Personality of Alloh`s Last Messenger (Rosululloh Dimata Sarjana Barat ) Abdul Wahid Khan:163
14. Ibid
15. A History of Islamic Societies (Sejarah Sosial Umat Islam) Ira M. Lapidus, Prof Sejarah California:I:49
16. The Message (Arrisalah, sejarah kehidupan Rosululloh) Ja`far Subhani:2
17. Ibid
18 .Ibid

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.